Thursday, May 7, 2015

Fakta-Fakta Menarik dari Sejarah Indonesia



Fakta-Fakta Menarik dari Sejarah Indonesia
Kita pasti sudah akrab dengan sejarah Indonesia. Bahkan, zaman pra-sejarah pun ikut kita pelajari sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kita diberitahu bahwa Kerajaan Kutai adalah kerajaan pertama di Indonesia dan Belanda menjajah Indonesia selama 3,5 abad (meskipun ini kemudian menuai perdebatan). Tidak lupa, ada juga kisah Keris Mpu Gandring yang digunakan untuk membunuh keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung.
Buku sejarah yang begitu tebal dan tidak ada habisnya dibahas dari sekolah dasar hingga menengah atas seakan telah merekam seluruh peristiwa bersejarah di Indonesia. Tapi, sebenarnya ada lho fakta-fakta unik dari sejarah yang nggak diajarkan di bangku sekolahmu. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Koran Pertama yang Terbit dan yang Dibredel di Indonesia adalah Koran yang Sama
Koran pertama di Indonesia
Koran pertama di Indonesia via sorotnews.com
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen memerintahkan anak buahnya untuk membuat lembaran berita internal yang berisi informasi mengenai kedatangan dan keberangkatan kapal-kapal niaga. Lembaran berita tersebut ditulis tangan sebanyak 4 halaman dan diberi nama Memorie der Nouvelles. Ini merupakan cikal bakal koran Bataviase Nouvelles, yang diterbitkan pertama kali pada 7 Agustus 1744 — setelah masuknya mesin cetak ke Hindia Timur.
Bataviase Nouvelles merupakan koran pertama yang diterbitkan di Batavia, maupun Indonesia. Koran ini diterbitkan seminggu sekali sebanyak 4 halaman dengan layout dua kolom.
Namun sayangnya, baru saja kontrak penerbitan diperpanjang, koran ini harus dibredel pada 20 November 1745 karena anggota Dewan Direktur VOC di Amsterdam takut akan banyak rahasia VOC yang terbongkar ke publik.

2. Marco Polo Bertemu dengan Masyarakat Kanibal di Nusantara
Mantan kanibal dari Sumatra Utara tahun 1905
Mantan kanibal dari Sumatra Utara tahun 1905 via historia.co.id
Pada perjalanannya ke Nusantara tahun 1292, Marco Polo terkejut melihat adanya masyarakat yang memakan daging manusia. Kejadian ini ia temukan di pesisir Sumatra.
Ketika berada di Kerajaan Dagroian (daerah Pidie, Aceh), Marco Polo melihat masyarakat setempat memakan daging kerabatnya yang sedang sakit parah dan tidak bisa disembuhkan. Di daerah tersebut, jika ada kerabat yang sakit maka akan dipanggil penyihir untuk memeriksa apakah penyakit tersebut bisa disembuhkan atau tidak. Jika tidak bisa, maka akan dipanggil orang khusus untuk membunuh kerabat yang sakit. Lalu setelah mati, dagingnya akan dimasak dan disantap bersama.

3. Bung Karno Tidak Puasa Saat Proklamasi
Bung Karno saat membacakan teks proklamasi
Bung Karno saat membacakan teks proklamasi via id.wikipedia.org
Mungkin kamu tahu bahwa hari proklamasi kemerdekaan RI jatuh pada bulan Ramadhan. Namun, saat itu Bung Karno tidak berpuasa karena sedang sakit akibat gejala malaria tertiana. Ketika dibangunkan di pagi hari, Bung Karno mengeluh badannya terasa seperti meriang. Setelah disuntik dan minum obat, beliau kembali tidur dan bangun pada pukul 09.00 WIB untuk bersiap-siap memroklamirkan kemerdekaan RI pada pukul 10.00 WIB.
Bayangkan betapa membaranya semangat beliau memproklamasikan kemerdekaan. Kamu pasti nggak menyangka ‘kan kalau saat itu beliau sedang sakit?

4. Stasiun KA Bandung Dirancang untuk Persiapan Pemindahan Ibukota dari Jakarta ke Bandung
Stasiun KA Bandung rancangan arsitek Belanda
Stasiun KA Bandung rancangan arsitek Belanda via kereta-api.co.id
Bandung memang telah memiliki stasiun kereta api sejak tahun 1884. Tapi, bangunan stasiun yang sampai sekarang masih berdiri adalah rancangan tahun 1928, yang khusus dirancang arsitek Belanda EH de Roo karena niat Belanda memindahkan ibukota Hindia Belanda dari Jakarta ke Bandung. Saat itu, pihak Belanda telah merencanakan pembangunan 14 kantor dan perumahan bagi 1.500 pegawainya.
Niat ini tak sempat terpenuhi karena pada tahun 1930-an Belanda mengalami krisis ekonomi. Kondisi keuangannya juga makin terpuruk karena okupasi Nazi Jerman di masa Perang Dunia II.

5. Permen Jahe Sempat Jadi Komoditas Utama Batavia
Lokasi strategis membuat Batavia ramai dikunjungi pedagang
Lokasi strategis membuat Batavia ramai dikunjungi pedagang via nationalgeographic.co.id
Indonesia memang dikenal bangsa Barat sebagai wilayah penghasil rempah-rempah dengan kualitas sangat baik, seperti lada dan jahe. Siapa sangka bahwa rempah-rempah tersebut tumbuh dengan baik dan subur di daratan Batavia, yang sekarang menjadi Jakarta. Bahkan pada tahun 1778, Batavia harus memproduksi 4,5 ton permen jahe untuk diekspor ke Belanda.

6. Bendera Pusaka dari Sprei dan Penjual Soto
Bendera Pusaka dikibarkan
Bendera Pusaka dikibarkan via baltyra.com
Bendera merah putih untuk keperluan kemerdekaan sebenarnya telah dibuat oleh Fatmawati, istri Bung Karno, sebelum tanggal 16 Agustus 1945. Akan tetapi, bendera tersebut dianggap terlalu kecil untuk dikibarkan. Akhirnya, Fatmawati membongkar lemari mencari kain untuk membuat bendera baru. Ia menemukan kain sprei berwarna putih. Bagian merahnya dibeli dari seorang penjual soto oleh pemuda bernama Lukas Kastaryo.

7. Demi Patung Dirgantara, Bung Karno Jual Mobil
Edhi Sunarso dan Patung Dirgantara
Edhi Sunarso dan Patung Dirgantara via rosodaras.wordpress.com
Pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran sempat terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September/PKI, yang membuat posisi Bung Karno sebagai Presiden Indonesia di ujung tanduk. Demi menyelesaikan pembuatan patung tersebut, Bung Karno harus menjual salah satu mobilnya dan menyerahkan dana sebesar Rp 1,7 juta kepada Edhi Sunarso, sang pemahat.
Edhi pun juga turut merogoh kocek pribadi hingga mengutang ke pemasok bahan pembuatan patung. Sayangnya, sebelum patung itu diresmikan, Bung Karno telah meninggal dunia terlebih dulu. Edhi yang melihat iringan mobil jenazah Bung Karno saat sedang melakukan penyelesaian akhir di atas patung kemudian turun, dan ikut mengiringi kepergian Bung Karno.

8. Penulis Naskah Pidato Bahasa Inggris Bung Karno yang Pertama Berdarah Viking
K'tut Tantri dan rekan-rekan seperjuangannya di Surabaya
K’tut Tantri dan rekan-rekan seperjuangannya di Surabaya via kaskus.co.id
Untuk siaran pidato bahasa Inggrisnya yang pertama, Bung Karno mempercayakan naskahnya pada K’ tut Tantri, seorang perempuan warga negara Amerika kelahiran Skotlandia yang juga berdarah Viking. Perempuan bernama asli Muriel Stuart Walker tersebut turut bergerilya bersama Bung Tomo dan pejuang lainnya di Jawa Timur sebelum akhirnya tinggal di Yogyakarta, ibukota negara Indonesia pada saat itu.
K’tut Tantri menetap di Indonesia selama 15 tahun dan turut mengobarkan semangat perjuangan bagi bangsa ini.

9. Draf Naskah Proklamasi Sempat Hilang
Draft Naskah Proklamasi
Draft Naskah Proklamasi via baltyra.com
Draf naskah proklamasi ditulis tangan oleh Bung Karno dan dibantu Bung Hatta dalam pemilihan kata-katanya. Setelah acara proklamasi selesai, draf tersebut menghilang. Wartawan senior Indonesia bernama BM Diah menemukan draf tersebut terbuang di tempat sampah. BM Diah lalu menyimpan draft tersebut selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992.

10. Nusantara Bukan Wilayah Majapahit
WIlayah efektif Kerajaan Majapahit adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur
WIlayah efektif Kerajaan Majapahit adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur via nationalgeographic.co.id
Selama ini kita mengetahui bahwa daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit mencakup seluruh Nusantara, bahkan Thailand dan Campa. Padahal sebenarnya tidak ada bukti pasti yang menjelaskan bahwa wilayah Majapahit mencakup seluruh Nusantara. Daerah efektif kekuasaan Majapahit hanya sebatas Pulau Jawa saja, bahkan hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan untuk kepentingan keamanan dan perdagangan regional.
Anggapan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut memberi upeti kepada Majapahit adalah salah tafsir karena tidak ada keterangan sedikitpun di kitab Negarakretagama yang menyatakan adanya upeti, apalagi upeti tanda tunduk kepada Majapahit.
Menurut Negarakretagama, Majapahit memang sering mengadakan pesta yang mengundang kerajaan-kerajaan dan wakil kerajaan tersebut membawa hadiah bagi Raja Majapahit. Namun, itu hanya hadiah, bukan upeti.

11. Belanda Membawa Narapidana Pertama ke Nusakambangan
LP Nusakambangan saat ini
LP Nusakambangan saat ini via tribunnews.com
Pulau Nusakambangan dikenal sebagai Alcatraz-nya Indonesia. Narapidana-narapidana kelas kakap banyak yang dikirim ke pulau ini untuk menjalani masa hukuman. Titik awal masuknya narapidana ke Pulau Nusakambangan adalah saat Belanda akan membangun benteng pertahanan di pulau tersebut.
Untuk membangun benteng, Belanda memanfaatkan tenaga narapidana dari beberapa penjara di Jawa. Narapidana-narapidana tersebut dibawa Belanda ke Pulau Nusakambangan dan akhirnya melanjutkan hukumannya di pulau tersebut.

12. Kemelut Perang Diponegoro
Suasana di masa Pangeran DIponegoro
Suasana di masa Pangeran DIponegoro via nationalgeographic.co.id
Pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ternyata sudah direncanakan sebelumnya, sejak terjadi “degradasi moral” di dalam keraton karena pengaruh Belanda. Selain itu, menurut sebuah naskah berbahasa Jawa di Keraton Yogyakarta, terlihat adanya keterlibatan Keraton Yogyakarta dalam penjebakan Pangeran Diponegoro di Magelang dengan menyelundupkan Raden Adipati Abdullah, saudara ipar dari Pangeran Diponegoro sekaligus patih yang saat itu menjabat.

13. Indonesia Pernah Masuk Piala Dunia
Tim Hindia Belanda menggunakan seragam berwarna oranye dengan celana putih dan kaus kaki biru muda.
Tim Hindia Belanda menggunakan seragam berwarna oranye dengan celana putih dan kaus kaki biru muda via bbc.co.uk
Ternyata pada tahun 1938, Indonesia pernah masuk dalam jajaran tim yang bertanding di Piala Dunia, dengan nama Hindia Belanda. Tim Hindia Belanda merupakan tim Asia pertama yang tampil di Piala Dunia 1938. Koran Perancis L’Equipe edisi 6 Juni 1938 memberitakan bahwa gaya menggiring bola tim Hindia Belanda sangat brilian, tetapi tidak cukup baik untuk pertahanan.
Terlibatnya tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 bukan dengan dukungan PSSI, melainkan Nederlandcshe Indische Voetbal Unie (NIVU), organisasi sepakbola pemerintah kolonial Belanda. Kapten dari tim Hindia Belanda ini adalah seorang dokter.

14. Hotel Indonesia Adalah Hotel Bintang 5 Pertama di Asia Tenggara
Menu Restoran Ramayana Hotel Indonesia di awal tahun 1960-an

Hotel Indonesia merupakan salah satu dari proyek mercusuar Bung Karno untuk membangkitkan harga diri bangsa Indonesia. Hotel Indonesia dibangun bersama dengan Tugu Selamat Datang dan dipersiapkan untuk menyambut tamu mancanegara peserta Asian Games IV/1962. Kemudian, hotel ini dimanfaatkan untuk menyambut tamu penting kenegaraan. Dirancang oleh arsitek asal Amerika Serikat, Hotel Indonesia menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesia dan hotel bintang 5 pertama di Asia Tenggara.

Nah, itu dia beberapa fakta sejarah Indonesia yang cukup unik, tapi mungkin tak pernah diterangkan oleh guru Sejarah-mu. Mungkin kamu mau menambahkan fakta-fakta sejarah yang lain? Isi di kolom komentar, ya!

Tuesday, April 7, 2015

Ini alasan Soekarno dekat dengan PKI

RADAR SEJARAH - Peter Kasenda melanjutkan kecintaannya dengan Soekarno lewat buku ketiga berjudul 'Soekarno, Marxisme dan Leninisme,'. Buku terbitan Komunitas Bambu ini merupakan kumpulan karya Peter selama lebih dari 5 tahun.

Di buku ini pembaca diajak untuk melihat dalamnya pemikiran Soekarno dari paham-paham kiri seperti Marxisme dan Leninisme yang dia tuangkan lewat pemikiran marhaenisme dan proletar.

"Kaitan Soekarno dengan PKI kenapa Soekarno melindungi PKI. Bukan karena ia ingin berhadapan dengan TNI tapi karena dia selalu terpukau Leninisme dan Marxisme walaupun Soekarno bukan PKI," kata sejarawan sekaligus penulis buku Peter Kasenda dalam bedah bukunya di Freedom Institute, Jakarta, Rabu (23/4).

Selain menggambarkan ke'kiri'an Soekarno , Peter juga bercerita bagaimana kukuhnya PKI di tiga peristiwa yang menonjol di era Soekarno .

"Saya juga menggambarkan 3 peristiwa 1942 yang terjadi di Batavia dan Padang, peristiwa Madiun tahun 1948, dan tahun 1965. Ternyata ada hal menarik. Peristiwa itu tidak direncanakan dengan baik," lanjut dia.

Di akhir buku, Peter merekomendasikan dan beragumen soal rekonsiliasi yang harus digagas pemerintah untuk meluruskan sejarah dan berdamai dengan masa lalu.
Baca juga:

Bung Karno kaya warisan dari kerajaan kuno dan Yahudi ortodoks

RADAR SEJARAH - Ahli spiritual Permadi yakin Soekarno kaya raya mewarisi kerajaan kuno Indonesia. Menurut Permadi, isu Bung Karno memberikan 57 ribu ton emas ke Amerika Serikat bukan isapan jempol.

"Sukarno mewarisi geng Solomon (Sulaiman) yang paling kaya dan seluruh hartanya di tangan Bung Karno . Soekarno juga menguasai kerajaan Indonesia kuno, Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Bung Karno pegang kuncinya," ujar Permadi di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (7/5).

Harta hibah juga diterima Soekarno dari pemuka-pemuka agama masa kini. Mereka percaya Soekarno merupakan sang penyelamat manusia.

"Yahudi ortodoks percaya ini orang di negerinya akan jadi mercusuar dan dia menyumbangkan triliunan dolar ke Soekarno . Paus pun sama kalau Soekarno bisa menjadikan negerinya sebagai mercusuar dunia," tegasnya berapi-api.

Bahkan dia berani menjamin kalau pernyataannya benar meski tidak ada bukti yang konkret dan orang banyak yang tidak memercayainya.

"Kekayaan Soekarno tidak terbatas. Dia dihilangkan supaya Amerika Serikat tidak punya utang, perjanjian Green Hilton menyatakan Amerika punya utang. Taruhan potong jari kalau itu bukan utang dari Indonesia," tutupnya percaya diri.

The Green Hilton Memorial Agreement adalah perjanjian antara Amerika diwakili John F Kennedy dan Indonesia yang diwakili Soekarno dan perwakilan dari Swiss William Vouker. Dalam perjanjian tersebut Amerika setuju untuk mengakui bahwa kekayaan Indonesia ada berbentuk emas jumlahnya 57 ribu metrik ton emas.

Pada tahun 1963, sistem keuangan Amerika masih menggunakan "Gold Standard". Artinya untuk setiap dolar yang dicetak, maka harus ada emas yang dicadangkan. Dengan kata lain, jika memiliki tambahan cadangan emas sebanyak 57.000 ton, maka Amerika bisa mencetak uang dolar sebesar nilai emas tersebut. Oleh karena itu Kennedy meminjam emas milik Indonesia.

Pidato soal Pancasila, Bung Karno tunjukkan bukan boneka Jepang

RADAR SEJARAH - Nama Pancasila, timbul begitu saja dalam lamunan Soekarno saat berdiam di bawah sebuah pohon yang tertanam di halaman rumahnya. Buah pikiran itu pun harus dia ungkapkan di hadapan peserta sidang umum Dokuritsu Junbi Cosakai, atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Tepat pukul 09.00 WIB, Soekarno pun beranjak dari tempat duduknya. Dari atas podium yang terbuat dari marmer, dengan lantang Bung Karno memaparkan buah pikirannya selama berjam-jam.

Bukan Deklarasi Kemerdekaan Amerika, bukan pula Manifesto Komunis. Bahkan Bung Karno juga menolak pandangan dari bangsa lain, termasuk Jepang.

Dengan berapi-api, Bung Karno menyebut lima pemikiran, yakni Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Marhaenisme Indonesia tidak dapat disamakan dengan konsep bangsa lain. Dari tahun ke tahun aku pertimbangkan dalam pikiranku," berdasarkan 'Soekarno: An Autobiography' karya Cindy Adams.

Di muka sidang, Bung Karno menjelaskan kelimanya dengan berapi-api. Pidato itu membuat semua orang terdiam, hanya terdengar suara kipas angin yang berputar-putar.

"Air mata berlinangan di mata saudara-saudaraku anggota Badan Penyelidik itu."

Setelah panjang lebar menjelaskan satu per satu isi dari buah pikirannya, Soekarno lantas menjelaskan alasannya membuat lima dasar. Di hadapan peserta sidang, Bung Karno mengaku suka terhadap sestau yang simbolik, ia pun menjelaskannya sesuai dengan simbol.

"Rukun Islam ada lima. Jari kita ada lima setangan. Kita mempunyai pancaindra. Jumlah pahlawan kita Mahabharata, pendawa, juga lima. Sekarang asas-asas dasar mana kita akan mendirikan negara, lima pula bilangannya."

Lalu, dia pun memperkenalkan kata Pancasila. "Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, mala dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotongroyong. Gotongroyong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat semua. Prinsip Gotongroyong di antara yang kaya dan yang tidak kaya, antara Islam dan yang Kristen, anyata uang Indonesia dan yang non-Indonesia. Inilah saudara-saudara, yang kuusulkan kepada saudara-saudara."

Usai mendengar itu, para hadiri langsung berdiri dari kursinya dan bertepuk tangan. Riuh gemuruh terdengar tepukan tersebut. Tapi tidak semua menyatakan kekagumannya.

"Dari satu bagian dari ruang sidang itu tidak terdengar suara gemuruh. Itulah tempat orang Jepang. Dengan sudut mataku melihat ke balkon yang memanjang ke dinding samping. Di zaman Belanda dulu duduk para pengamat yang penuh kekaguman, tetapi sekarang di sana pulalah orang Jepang itu menunjukkan muka masamnya."

Soekarno yakin, kemarahan itu terjadi bukan tanpa sebab, selama berpidato, Soekarno tidak mengeluarkan satupun kata-kata yang memuji Dai Nippon. Tidak juga pada Tenno Heika.

Ya, Bung Karno tidak ingin tunduk kepada negara asing. Bung Karno juga menyatakan diri sebagai sosok yang anti-monarki. Dia pun yakin, orang Jepang itu tak senang atas pidatonya soal Pancasila.

"Saatnya telah tiba untuk meyakinkan dunia bahwa aku bukan boneka Jepang. Sekalipun di bawah pengawasan polisi rahasia dengan senjata di tangannya, aku tahu apa yang harus kulakukan."

Safari sebut dokumen asli utang AS ke Indonesia ada di Eropa

RADAR SEJARAH - Argumen Safari ANS terkait harta Bung Karno senilai 57 ribu ton emas yang dituangkan dalam buku Harta Amanah Soekarno dituding hanya fantasi semata. Safari mengaku tak memegang dokumen asli The Green Hilton Memorial Agreement atau perjanjian pemberian utang.

"Dokumen Grand Hilton masih terpecah, cerai berai belum sepenuhnya utuh ada 12 halaman lebih. Ini merupakan konspirasi internasional untuk menghilangkannya. Dokumennya ada yang asli dan palsu. Saya tidak pegang yang asli, ada (yang asli) dipegang orang. Saya pernah lihat yang asli tapi tidak boleh difoto," ujar Safari di Universitas Paramadina.

Safari menuturkan, dokumen asli tersebut dipegang oleh orang Indonesia yang ditinggal di Eropa. Namun dia menolak menyebutkan namanya orang tersebut. "Orang Indonesia tinggal di Eropa," ujar dia.

"Secara teori membuktikan harta amanah itu ada. Saya ingin agar orang Indonesia, sejarawan dan birokrat mencatat fakta sejarah ini ada," tambah Safari.

Untuk meneliti hal itu, lanjut Safari, dia mengusulkan agar dibentuk tim khusus untuk menindaklanjuti harta karun Bung Karno .

Seperti diketahui, Safari meneliti harta karun Bung Karno hingga 10 tahun lamanya. Untuk menelusuri jejak harta ini dia mencoba membuktikan lewat keabsahan perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement.

The Green Hilton Memorial Agreement adalah perjanjian antara Amerika diwakili John F Kennedy dan Indonesia yang diwakili Soekarno dan perwakilan dari Swiss William Vouker. Dalam perjanjian tersebut Amerika setuju untuk mengakui bahwa kekayaan Indonesia ada berbentuk emas jumlahnya 57 ribu metrik ton emas.

Pada tahun 1963, sistem keuangan Amerika masih menggunakan "Gold Standard". Artinya untuk setiap dolar yang dicetak, maka harus ada emas yang dicadangkan. Dengan kata lain, jika memiliki tambahan cadangan emas sebanyak 57.000 ton, maka Amerika bisa mencetak uang dolar sebesar nilai emas tersebut. Oleh karena itu Kennedy meminjam emas milik Indonesia.

Kisah Soekarno menangis satu malam sebelum pidato soal Pancasila

RADAR SEJARAH - Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki membawa perubahan besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya upaya Soekarno untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia setelah berjuang selama 16 tahun.

Tidak mudah mendapatkan kemerdekaan itu, Soekarno harus beberapa kali keluar masuk penjara akibat kritik kerasnya terhadap Pemerintah Hindia Belanda. Namun, kekalahan Jepang terhadap tentara sekutu membuat mimpi tersebut terbuka lebar.

Meski Indonesia memasuki hari kebebasannya, tapi tidak bagi Bung Karno. Dirinya masih terbelenggu sistem dan ideologi yang bakal dipakai negara baru ini nantinya.

Bung Karno merasa gundah gulana. Bagaimana tidak, saat akan menyampaikan pidatonya di hadapan peserta sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, sejumlah tokoh berupaya mempengaruhi pemikirannya.

Sepanjang siang, Bung Karno terus menerima sejumlah tamu, mulai dari kelompok Islam, nasionalis sampai pendukung negara kesatuan maupun federal masih berdatangan. Masing-masing menyampaikan pemikiran mereka agar menjadi dasar bagi negara yang akan dibentuk.

"Mereka menuntut wilayah kami mencangkup seluruh bekas jajahan Hindia Belanda membentuk satu kelompok. Yang lain, yang menuntut wilayah lebih luas lagi atau puas dengan wilayah yang lebih sempit, membentuk kelompok yang lain. Kelompok Islam ortodoks mendorong bentuk negara berdasarkan Islam," berdasarkan 'Soekarno: An Autobiography' karya Cindy Adams.


Perbedaan pendapat itu membuat Bung Karno stress, dia pun hanya membiarkan perdebatan yang terjadi. Melihat itu pun, Soekarno sempat merasa tidak yakin Indonesia bakal mencapai kemerdekaannya. Meski saat itu Jepang menghadiahinya kepada bangsa Indoensia.

Di Pulau Flores, Bung Karno memanfaatkan kesendiriannya untuk memikirkan ideologi negara. Dia hanya duduk termenung di bawah sebuah pohon yang berdiri di halaman rumahnya. Dari lamunannya, terngiang lima prinsip dasar yang akan namainya menjadi Pantja-Sila.

"Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah."

Meski telah memegang beberapa prinsip yang akan disampaikan di hadapan peserta sidang, namun Bung Karno tetap tidak percaya diri. Bahkan, lelaki yang nantinya bakal menjadi presiden pertama RI ini menangis saat akan menghadapi sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Dalam tangisannya itu, Bung Karno berdoa, "Aku menangis karena besok aku akan menghadapi saat bersejarah dalam hidupku. Dan aku memerlukan bantuan-Mu."

Esoknya, tepat pukul 09.00 WIB, Bung Karno didaulat untuk berpidato dan memberikan ide soal dasar-dasar bangsa. Setelah sidang dibuka, Soekarno lantas berdiri di tengah dua pilar, tempat dimana Gubernur Jenderal Hindia Belanda resmi membuka Volksraad, atau parlemen rakyat.

Di tempat itulah Bung Karno mengungkapkan lima mutiara yang jadi bahan pemikirannya. Lima pemikiran yang nantinya akan dinamai Pancasila. Kelimanya adalah Kebangsaan, Internasionalisme atau Kemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sejarah Kekuatan Indonesia Yang Menggetarkan Dunia

 


Tahun 1960-an, Era Presiden Sukarno.
kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.

1960, Belanda masih bercokol di Papua.
 Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.

Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:

1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

  Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.

  Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).


 Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :

1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.



2. 30 pesawat MiG-15.

3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.

4. 10 pesawat supersonic MiG-19.

pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.

Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Monday, April 6, 2015

Mobil kepresidenan Soekarno ternyata hasil curian

RADAR SEJARAH - Mobil dinas kepresidenan yang dipakai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah mobil Mercedes-Benz S600L model W221. Mobil keluaran tahun 2008 ini tahan peluru, canggih dan amat nyaman digunakan.

Bagaimana dengan mobil kepresidenan pertama yang digunakan Presiden RI pertama, Soekarno? Ternyata malah mobil curian!

Ceritanya saat itu Republik Indonesia baru diproklamasikan. Tapi belum ada mobil kepresidenan untuk Soekarno. Masa iya, Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia harus jalan kaki kemana-mana?

"Para pengikutku yang setia menganggap sudah seharusnya seorang presiden memiliki sebuah sedan mewah. Karena itu mereka mengusahakannya. Sudiro mengetahui ada sebuah Buick besar muat tujuh orang yang merupakan mobil paling bagus di Jakarta. Dengan gorden di jendela belakang."

"Sayang mobil ini milik Kepala Jawatan Kereta Api, seorang Jepang. Tetapi soal begini tidaklah membuat pusing Sudiro. Tanpa kuketahui, dia pergi mencari mobil itu dan menemukannya sedang diparkir di sebuah garasi," ujar Soekarno dalam biografi 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' yang ditulis Cindy Adams.

Sudiro yang mengenal supir itu langsung meminta sang supir menyerahkan kunci mobil Buick mewah tersebut. Sopir itu bertanya akan diapakan mobil tersebut.

"Saya bermaksud memberikannya kepada Presiden kita," balas Sudiro.

Sopir muda itu pun mengangguk setuju. Dia menyerahkan kunci mobil majikannya pada Sudiro. Sopir ini pun kemudian disuruh Sudiro pulang kampung agar tidak dicari majikannya.

Mobil sudah ada. Kunci pun sudah ada. Namun masalah belum selesai, Sudiro ternyata tak bisa menyetir mobil. Zaman itu memang sangat sedikit pribumi yang bisa menyetir mobil.

"Hanya beberapa di antara kami yang bisa. Orang pribumi tidak memiliki kendaraan di zaman Belanda dan hanya para pejabat yang diizinkan di zaman Jepang. Syukurlah, dengan pertolongan kawan Sudiro yang lain, seorang sopir pembesar Jepang, akhirnya mobil itu sampai ke rumahnya yang baru, di halaman belakang rumahku," jelas Soekarno.

Soekarno belum resmi Pahlawan Nasional?

RADAR-SEJARAH - Tidak banyak yang tahu bahwa selama hidupnya, Soekarno tidak pernah mendapat gelar Pahlawan Nasional secara langsung dari pemerintah. Bersama Mohammad Hatta, Soekarno hanya pernah mendapat gelar Pahlawan Proklamator dari pemerintahan Soeharto pada 1986.

Gelar Pahlawan Nasional secara tidak langsung baru diterima Soekarno pada 2009 atau 64 tahun setelah Indonesia merdeka, yakni saat UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan disahkan.

Dalam penjelasan pasal 4 ayat 1, disebutkan yang dimaksud dengan 'Pahlawan Nasional' adalah Gelar yang diberikan oleh negara yang mencakup semua jenis gelar yang pernah diberikan sebelumnya, yaitu Pahlawan Perintis Kemerdekaan, Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Pahlawan Proklamator, Pahlawan Kebangkitan Nasional, Pahlawan Revolusi, dan Pahlawan Ampera.

"Soekarno otomatis menjadi Pahlawan Nasional. Jadi Pahlawan Nasional diberikan bukan atas penilaian prestasi dirinya, seperti pahlawan nasional yang lain," kata pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (4/6).

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, Pahlawan Proklamator yang pernah diberikan kepada Soekarno dan Hatta adalah konsepsi nilai kepahlawanan keduanya sebagai dwi tunggal dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945. Bukan nilai kepahlawanan dari 'pribadi Soekarno' dan 'pribadi Hatta'.

"Makanya dampaknya sekarang tidak ada jalan Soekarno, yang ada hanya jalan Soekarno-Hatta dan Bandara Soekarno-Hatta," kata Jimly.

Dia mengatakan, nilai kepahlawanan dari sosok Soekarno memang tidak perlu diragukan lagi. Namun, agar catatan sejarah bangsa ini lengkap, maka pemerintah harus mengukuhkan kembali gelar kepahlawanan bagi Bung Karno.

"Harus dikukuhkan lewat sebuah keppres (keputusan presiden)," ujar guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia ini.

Keppres, kata Jimly, nantinya tidak hanya berisi soal pengukuhan kembali Soekarno sebagai Pahlawan Nasional, namun juga soal rehabilitasi nama sang proklamator. Seperti diketahui, nama Soekarno pernah tercemar karena dituduh terlibat dalam pemberontakan 30 September 1965.

Hal itu tertulis dalam pertimbangan TAP XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno.

"Bahwa ada petunjuk-petunjuk, yang Presiden Sukarno telah melakukan kebijaksanaan yang secara tidak langsung menguntungkan G-30-S/PKI dan melindungi tokoh-tokoh G-30-S/PKI," demikian bunyi ketetapan yang dikeluarkan 12 Maret 1967.

Tidak hanya itu, TAP XXXIII/MPRS/1967 juga turut menyeret-nyeret pendiri Partai Nasional Indonesia itu ke persoalan hukum. Dalam BAB II ketetapan tertulis, "Menetapkan penyelesaian persoalan hukum selanjutnya yang menyangkut Dr. Ir. Sukarno, dilakukan menurut ketentuan-ketentuan hukum dalam rangka menegakkan hukum dan keadilan, dan menyerahkan pelaksanaannya kepada Pejabat Presiden."

Setelah memerintah, Soeharto memang tidak melakukan tindakan hukum terhadap Soekarno. TAP MPR RI Nomor I/MPR/2003, yang meninjau TAP MPR dari 1960 sampai 2002, juga sudah menyatakan TAP XXXIII/MPRS/1967 tidak memerlukan tindakan hukum apapun.

"Namun, meski proses hukum terhadap Bung Karno memang dianggap sudah selesai, tapi dampak politik TAP XXXIII/MPRS/1967 belum selesai, masih perlu tindakan rehabilitasi sesuai UUD 45," tegas Jimly.

Jimly mengakui saat ini bangsa Indonesia memang sudah menghargai Soekarno dengan tinggi. Sebagian besar masyarakat juga sudah mengakui bahwa Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan gagasan Pancasila. Namun, keppres tetap diperlukan untuk melengkapi catatan sejarah bangsa ini.

"Tidak perlu diteliti lagi soal kepahlawanan Soekarno. Tinggal dikukuhkan lagi lewat sebuah keppres," ujarnya.